Dampak Stroke Sebelah Kiri Ini Umum Terjadi

Dampak stroke sebelah kiri – Stroke adalah hilangnya aliran darah ke bagian otak tertentu. Kerusakan yang dihasilkan tergantung pada lokasi dan kepekaan stroke. Stroke pada sisi kiri otak, pastinya akan mempengaruhi area kognitif, motorik dan sensorik. Bahasa, pemikiran, perilaku dan gerakan fisik dapat mengganggu. Stroke adalah penyebab kematian paling umum ketiga dan merupakan penyebab utama kecacatan di antara orang dewasa.

Dampak Stroke Sebelah Kiri

Sisi kiri otak umumnya mengendalikan kemampuan berbicara dan mengerti bahasa pada kebanyakan orang. Dan pada sisi kanan, otak mengendalikan kemampuan untuk memperhatikan, mengenali hal-hal yang Anda lihat, yang Anda dengar dan yang Anda sentuh.

Jadi Anda bisa memperhatikan perubahan yang terjadi pada penderita stroke baik itu stroke pada sisi kiri ataupun kanan. Pada beberapa orang kidal, bahasa dikendalikan oleh sisi kanan otak dan kesadaran di sisi kiri otak.

Aphasia

Apashia merupakan jenis stroke yang menggangu fungsi indra Anda dalam :

  • berbicara
  • membaca
  • menulis
  • mendengarkan
  • memahami ucapan
  • berurusan dengan angka
  • memikirkan kata-kata saat berbicara atau menulis

Aphasia lebih umum terjadi dalam hal berbicara dan memahami bahasa. Banyaknya keluhan diatas, dipengaruhi oleh jenis dan tingkat keparahan cedera otak penderita stroke. Anda mungkin tidak dapat menemukan kata-kata yang Anda butuhkan untuk memasukkan kalimat bersama-sama.

Berdasarkan survei, tidak semua stroke menyebabkan afasia, karena hanya sekitar 20 persen penderita stroke kehilangan wicara dan bahasa.

Nah, untuk kondisi stroke yang menyerang sisi kiri biasanya penderita stroke mengalami :

Kelumpuhan

Dampak Stroke Sebelah Kiri

Lumpuh adalah hal umum yang terjadi setelah seseorang mengalami stroke, karena mereka mengalami kerusakan saraf yang fungsinya membantu proses pergerakan tubuhnya. Untuk dampak stroke yang terjadi di sisi kiri, itu terjadi karena stroke menyerang sisi otak kanan Anda.

Berdasarkan survei, ada kasus yang ringan yaitu bagian tubuh yang terkena stroke hanya terasa tidak bertenaga saja. Jika memang benar demikian, maka kondisi ini dikenal dengan hemiparesi.

Apabila kerusakan terjadi di bagian bawah otak, maka dikenal dengan istilah cerebelum. Cerebelum ini dapat membuat seseorang kesulitan untuk menggerakan sebagian anggota tubuhnya seperti kesulitan untuk berjalan, duduk dan melakukan aktivitas lainnya.

Perubahan Mental

Karena stroke awal mulanya terjadi karena aliran darah terhenti tidak bisa menuju otak, inilah yang menjadi alasan mengapa penderita stroke mengalami gangguan dalam daya pikir, konsentrasi, kemampuan menyerap informasi kemudian berkurangnya kesadaran.

Berikut ini adalah kondisi-kondisi dari dampak perubahan mental penderita stroke.

  • agnosia : kesulitan mengenali orang atau benda
  • anosonia : tidak mengenali bagian tubuhnya sendiri
  • ataksia : hilang kemampuan untuk mengkoordinasikan ucapan dan gerakannya
  • apraksia : tidak mampu menyusun dengan baik atas kalimat yang ingin ia lontarkan
  • distosi spasisial : kesulitan mengukur jarak dan ruang yg ingin dijangkau olehnya.

Komunikasi Bermasalah

Sebagian penderita stroke mengalami gangguan komunikasi seperti saat mendengar, berbicara, menulis dan membaca. Dysarthia merupakan kondisi otak pada penderita stroke yang mengalami perubahan dalam pengendalian bahasa. Merekapun menjadi lebih sulit untuk berbicara

Afasia adalah kondisi penderita stroke yang mengalami kesulitan yang untuk menyampaikan pikiran. Seringkali mereka memiliki pikiran namun benar-benar tidak dapat menyampaikannya. Karena hal demikian, penderita merasa malas untuk memberi tahu kesedihan yang ia rasakan dan membuatnya menjadi murung.

Emosional Terganggu

Umumnya penderita stroke selalu membutuhkan bantuan orang lain unuk melakukan sesuatu. Oleh karenanya, mereka menjadi tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.

Penderita stroke menjadi lebih sering merasa sedih, cemas, dan merasa marah pada penyakit stroke yang sedang dialaminya. Disinilah peran penting keluarga untuk terus mendukung sekaligus merawatnya.

Penderita stroke sangat mungkin mengalami depresi dan juga mengalami keluhan-keluhan lainnya.

Kurangnya Sensitifitas Indra Perasa

Sebagian mengalami kelemahan pada indra perasa, namun sebagian penderita lagi bisa benar-benar hilang. Beberapa masalah yang terjadi setelah stroke lebih sering terjadi pada stroke di satu sisi otak dibanding yang lainnya. Stroke sebelah kiri umumnya mengalami gangguan berupa aphasia dengan karakterisitik seperti dibawah ini.

Gangguan Pada Kemampuan Berbicara

Kesulitan berbicara pada penderita stroke, bisa berlangsung sementara bisa juga permanen, tergantung perawatan apa saja yang dilakukan di masa pemulihan. Ketidakmampuan dalam menggunakan dan memahami bahasa, kesulitan menulis kata-kata dan kesulitan dalam membaca, merupakan dampak yang umum pada kondisi stroke sebelah kiri.

Perubahan Perilaku

Depresi sering terjadi pada pasien stroke. Seseorang yang menderita stroke sisi kiri cenderung lambat dan berhati-hati. Situasi yang menegangkan dengan mudah bisa menimbulkan kecemasan, frustrasi dan kemarahan. Depresi bisa menjadi masalah serius bagi korban stroke sisi kiri.

Penurunan Sensorik

Beberapa gangguan sensorik dapat terjadi akibat stroke sisi kiri. Seorang pasien mungkin menderita ptosis atau wajah yang terkulai. Jika stroke mempengaruhi aliran darah hingga ke retina, maka kebutaan pada setengah mata bisa terjadi.

Ketika penderita  stroke kesulitan untuk menggunakan sebuah benda dengan baik, maka kondisi ini dikenal dengan istilah agnosia. Contohnya tidak bisa mengangkat telepon dengan baik. Jadi jika hal itu saja sulit untuk dilakukan, bagaimana dengan hal berat lainnya?

Bagaimana Stroke Mempengaruhi Bicara dan Bahasa?

Untuk mengetahui mengapa stroke dapat menyebabkan banyak masalah, sangat membantu untuk memahami bagaimana cara berbicara. Saat Anda ingin mengungkapkan apa yang dipikirkan, ucapkan dengan suara keras.

Ketika orang lain berbicara pada Anda, simpan baik-baik kata-kata itu pada pikiran Anda. Otak Anda mengendalikan langkah-langkah kompleks yang diperlukan untuk berbicara dan mengerti bahasa.

Itulah mengapa luka pada otak seperti kekurangan aliran darah selama stroke bisa menghalangi kemampuan Anda untuk melakukan langkah-langkah ini. Hasil masalah yang berbeda tergantung dari lokasi dan tingkat keparahan stroke.

Tes yang bisa Anda lakukan untuk membantu mempercepat pemulihan afasia, yaitu :

  • berbicara dengan suara keras
  • menulis
  • pemahaman setelah mendengarkan
  • pemahaman membaca

Anda mungkin mengalami masalah di beberapa area. Misalnya, Anda mungkin mengalami masalah membaca dan menulis tapi tidak dalam berbicara. Ujian ini juga dapat menunjukkan bidang bahasa dan bahasa mana yang paling tidak terpengaruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *