Perbedaan Stroke Iskemik dan Hemoragik Paling Spesifik

Perbedaan stroke iskemik dan hemoragik terletak pada faktor penyebabnya. Stroke iskemik disebabkan oleh penyumbatan pada arteri pembuluh darah, sedangkan stroke hemoragik disebabkan oleh pembuluh darah pecah. Informasi selengkapnya, bisa Anda simak dalam uraian di bawah.

Sekilas Tentang Stroke

Perbedaan stroke iskemik dan hemoragik

Orang yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan mereka yang sudah tua berisiko tinggi terserang stroke. Dan bagi mereka perokok aktif, mereka pun juga cukup rentan terkena stroke.

Penyakit Stroke terjadi karena  hilangnya fungsi otak yang disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otak karena adanya sumbatan. Ini adalah keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen yang bisa mengakibatkan kematian. Penanganan cepat diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup orang yang menderita stroke.

Dampak dari stroke yaitu dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk bergerak, memahami dan merumuskan ucapan, juga pada penglihatan. Jika kerusakan pada otak kiri, sisi kanan tubuh dapat terpengaruh. Dan jika itu terjadi pada otak kanan, maka yang terpengaruh adalah sisi kiri tubuh.

Berikut adalah gejala umum stroke.

  • Kelemahan otot wajah dan mati rasa pada tubuh.
  • Pengurangan sensasi sensorik atau getaran.
  • Sebuah penurunan fungsi tubuh refleks.
  • Berfluktuasi denyut jantung dan pernapasan tidak teratur.
  • Kesulitan berbicara dan memahami kata.
  • Ketidakmampuan bergerak secara normal.

Penyakit stroke ini terbagi menjadi dua jenis. Pertama stroke iskemik dan kedua stroke hemoragik. Meski secara umum keduanya disebabkan oleh gangguan asupan darah yang menuju otak, namun masing-masing memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Perbedaan Stroke Iskemik dan Hemoragik

1. Stroke Iskemik

Ini adalah stroke yang disebabkan oleh penyumbatan arteri pembuluh darah. Sel dan jaringan otak mulai mati dalam hitungan menit karena kekurangan oksigen dan nutrisi. Sekitar 87% dari semua penderita yang mengalami stroke, bersifat iskemik dan biasanya disebabkan oleh penyumbatan karena :

  • Trombosis yang merupakan penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah yang muncul di bagian otak tertentu. Penyumbatan perlahan menjadi berkembang sehingga terjadi memperngaruhi lambatnya trombosis.
  • Embolisme yang merupakan penyumbatan pembuluh darah akibat partikel puing-puing yang masuk ke dalam aliran darah, seperti lemak dari sumsum tulang, potongan kecil tulang yang patah, udara, sel kanker, kelompok bakteri, dan materi lainnya.
  • Hipoperfusi sistematik ditandai dengan penurunan suplai darah ke otak yang disebabkan oleh serangan jantung, perdarahan, dan emboli paru yang mempengaruhi seluruh bagian otak.

Stroke iskemik ini dibagi lagi menjadi 2 bagian. Pertama, stroke tombotik yang disebabkan oleh bekuan darah yang berkembang di pembuluh darah dalam otak. Terkadang, gejala stroke trombotik bisa terjadi secara tiba-tiba dan sering terjadi saat tidur atau di pagi hari. Di lain waktu, hal itu mungkin terjadi secara bertahap selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari.

Pada stroke trombotik, mungkin didahului oleh satu atau lebih “stroke ringan”, yang disebut serangan iskemik transien, atau TIA. TIA dapat berlangsung selama beberapa menit atau sampai 24 jam, dan seringkali merupakan tanda peringatan bahwa stroke dapat terjadi. Meski biasanya ringan dan sementara, gejala yang disebabkan oleh TIA mirip dengan yang disebabkan oleh stroke.

Dan bagian kedua dari stroke iskemik adalah stroke embolik yang disebabkan bekuan darah yang berkembang di bagian lain dalam tubuh, yang nantinya akan menuju ke pembuluh darah di otak melalui aliran darah. Stroke embolik lebih sering terjadi pada orang yang sudah tua, terutama pada mereka yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi, diabetes dan aterosklerosis (penumpukan lemak dan lipid di dalam dinding pembuluh darah).

Penyebab stroke embolik sering terjadi akibat penyakit jantung atau operasi jantung dan terjadi dengan cepat dan tanpa ada tanda peringatan. Sekitar 15% stroke embolik terjadi pada orang dengan atrial fibrillation, sejenis irama jantung abnormal dimana bilik jantung bagian atas tidak berdetak secara efektif.

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh perdarahan. Sekitar 13% dari semua stroke bersifat hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak pecah dan berdarah. Ketika arteri berdarah ke otak, sel-sel otak dan jaringan tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi.

Selain itu, tekanan dapat terbentuk di sekitar jaringan dan iritasi sehingga  pembengkakanpun terjadi yang beresiko menyebabkan kerusakan otak lebih lanjut. Hemorrhagic stroke dibagi menjadi 2 kategori utama, termasuk yang berikut ini:

  • Perdarahan intracerebral. Pendarahan berasal dari pembuluh darah di dalam otak. Perdarahan intracerebral biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Perdarahan terjadi secara tiba-tiba dan cepat. Biasanya tidak ada tanda peringatan dan pendarahan bisa cukup parah dan dapat menyebabkan koma atau kematian.
  • Perdarahan subarachnoid. Perdarahan ada di ruang subarachnoid (ruang antara otak dan selaput yang menutupi otak). Perdarahan jenis ini sering terjadi karena aneurisma atau malformasi arteriovenosa (AVM). Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh trauma.

Secara keseluruhan, baik stroke iskemik dan stroke hemoragik, keduanya tetap harus ditangani secepat mungkin unutuk mencegah ancaman nyawa bagi siapapun. Dan tidak hanya obat saja yang dibutuhkan, pengobatan berupa terapi juga perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan penderita bisa sembuh secara total. Jadi, apabila pengobatan yang dipilih tidak bekerja atau tidak memberikan pengaruh apapun, maka akan beresiko terkena stroke rekuren.

Apa itu stroke rekuren? Stroke berulang yang terjadi pada sekitar 1 dari 4 orang yang mengalami stroke dalam waktu 5 tahun setelah stroke pertama. Resiko paling banyak terjadi setelah stroke dan berkurang seiring berjalannya waktu. Kemungkinan kecacatan dan kematian berat meningkat dengan setiap stroke rekuren. Sekitar 3% orang yang terkena stroke mengalami stroke kedua dalam 30 hari setelah stroke pertama, dan sekitar sepertiga memiliki stroke kedua yang biasa berlangsung dalam 2 tahun.

Itulah sekilas informasi yang bisa saya jelaskan sebagai gambaran dari perbedaan stroke iskemik dan hemoragik.

Baca juga : Obat Herbal Stroke Terbukti Paling Mujarab

Testimoni dari Obat Yang Direkomendasikan

testi2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *